Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendadak marah saat hendak memimpin rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (12/12). Kekesalan Presiden muncul karena merasa terganggu karena kegaduhan suara para pengunjuk rasa yang menggunakan pengeras suara amat keras di depan istana.
Presiden Yudhoyono secara langsung menegur Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. Presiden menyayangkan mengapa aksi demo yang mengunakan pengeras suara amat keras bisa diizinkan polisi. Sekitar 50 orang demo di luar Istana menolak pengesahan Rancangan Undang-undang Mahkamah Agung, sementara rapat terbatas membahas antisipasi ancaman pemutusan hubungan kerja massa akibat krisis global.
Liputan6