DPRD Telusuri Penarikan Mitan

Komisi II DPRD Purwakarta langsung menelusuri ke Kecamatan Plered untuk memastikan kondisi terakhir pascapenarikan minyak tanah (mitan). Mereka menyatakan kebijakan PT Pertamina itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Purwakarta Ricard Sompi, penarikan minyak tanah sangat kentara karena hanya dua dari 16 desa yang masih disuplai minyak tanah dengan stok sekitar 25 kiloliter. Sehingga, sisanya sebanyak 14 desa sering membeli minyak tanah yang menjadi jatah di kedua desa tersebut. “Tadi kami sudah bertemu dengan bagian ekonomi dan kecamatan untuk minta masukan pascapenarikan minyak tanah. Memang berdasarkan kesimpulan kami, penarikan itu belum layak dilakukan saat ini. Paling bisa antara dua hingga tiga bulan ke depan,” beber Sompi, kemarin.

Dia menjelaskan, ketika konversi belum sepenuhnya berlangsung, dikhawatirkan terjadi dobel subsidi. Karena minyak tanah dan gas elpiji sama-sama disubsidi pemerintah. Pihaknya pun menilai koordinasi antara PT Pertamina dengan konsultan sangat lemah, sehingga kedua belah pihak ingin bekerja menurut keinginan masing-masing.

Dia menambahkan, solusi sementara yang direkomendasikan untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat adalah operasi pasar. Rencananya, besok akan dilaksanakan operasi pasar di lima kecamatan yakni Plered, Darangdan, Babakan Cikao, Jatiluhur dan Tegal Waru.

Ketua DPC Hiswana Migas Purwakarta, Auh Solehudin mengaku, tidak tahu soal penarikan minyak tanah di lima kecamatan, karena kebijakan itu bukan keluar dari organisasinya melainkan di bawah kendali PT Pertamina. “Kami hanya memasok minyak tanah sesuai alokasi yang ditentukan PT Pertamina. Jadi kalau terjadi pengurangan atau penarikan itu urusan PT Pertamina,” tandas Solehudin.

Berdasarkan pantauan, sepanjang kemarin di Purwakarta Kota masih diwarnai antrean warga di pangkalan minyak tanah. Padahal wilayah ini tidak terjadi penarikan, sehingga kondisi ini pun menjadi bahan masukan bagi Komisi II dalam penelusuran lanjutan. Antrean terlihat di pangkalan minyak tanah milik Imas Masitoh di Jalan Beringin, Kelurahan Nagri Kaler. Ratusan warga tumpah ruah di sekitar pangkalan sejak pagi hingga siang, kondisi tersebut terlihat dalam beberapa hari terakhir ini.

Asep Supiandi

Diposting oleh Admin pada tanggal 18 Des 2008 dalam kategori Purwakarta. Isi, gambar dan materi berita diambil/disadur dari banyak sumber. Hak cipta dari isi, gambar dan materi berita pada web Purwakarta Info adalah milik dari sumber yang bersangkutan.

Komentar Anda