Pemerintah Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, melakukan uji coba sistem pelayanan internal pemerintahan dengan menggunakan jaringan teknologi informasi telekonferens. “Tahap awal baru dilakukan di 16 titik,” kata Didin Syahidin, Kepala Bappeda Kabupaten Purwakarta, Kamis (18/12).
Ke-16 titik jaringan yang sudah terkoneksikan tersebut meliputi satuan kerja perangkat daerah, kecamatan, desa dan kelurahan. Peluncuran pertama dilakukan hari ini dengan mendemonstrasikan telekonferens antara Bupati Dedi Mulyadi dengan Camat Bungursari Saefudin, dan seorang kepala desa. Mereka saling mempertanyakan soal pelaksanaan program pembangunan.
Jaringan teknologi informasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan pendampingan Sragen Teknologi Nusantara tersebut, hasilnya masih tampak kurang maksimal. Terutama dari sisi tata suara dan tampilan gambarnya, maklum fasiltas yang dimanfaatkan masih belum menggunakan teknologi 3G.
Dedi punya target, seluruh jaringan teknologi informasi di Kabupaten Purwakarta akan tersambung ke seluruh SKPD, kecamatan, desa dan kelurahan serta sekolah-sekolah pada tahun 2009. Ia berharap, pada periode itu, pembuatan KTP dan kertu keluarga, cukup dilakukan di kantor kecamatan atau desa dengan biaya nol rupiah alias gratis. “Saya juga bisa melaksanakan rapat minggon dengan para kepala desa cukup dengan telekonfrens,” kata Dedi.
Pemanfaatan teknologi informasi tersebut dinyakini akan bisa memangkas beban biaya pemakaian telepon dan kertas yang saat ini nilainya mencapai Rp. 3 miliar per tahun. Sebab, kelak telepon lokal, email dan faksimile bisa dilakukan secara gratisan.
Sejak beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga telah mengaktifkan jaringan komunikasi dengan sistem SMS center. Sehingga, instruksi dan undangan bupati yang diperutukan para kepala SKPD, camat dan kepala desa/lurah bisa dilakukan lebih cepat dan murah.
Nanang Sutisna